Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Barito Utara · 17 Feb 2022 21:05 WIB ·

Viral Video Pelajar di Muara Teweh Berkelahi di Kebun Karet, Berawal Saling Ejek-ejekan


 Pelajar di Muara Teweh yang saling baku hantam viral di media sosial. (FOTO: Tangkapan Layar). Perbesar

Pelajar di Muara Teweh yang saling baku hantam viral di media sosial. (FOTO: Tangkapan Layar).

MUARA TEWEH-Dua orang pelajar berkelahi disaksikan oleh belasan hingga puluhan pelajar yang masih mengenakan seragam.

Videonya tersebar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial. Keduanya diketahui merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN-1) Muara Teweh.

Terlihat di video itu, dua orang laki-laki berdiri saling berhadapan di kebun karet. Satu diantaranya mengenakan baju berwarna hijau tua, bercelana panjang warna hitam. Lawannya, mengenakan baju berwarna hitam dan mengenakan celana pendek abu-abu.

Beberapa detik kemudian keduanya baku hantam. Satu di antaranya jatuh dan mencoba melarikan diri namun terus dikejar hingga menabrak sebuah motor yang sedang terparkir. Siswa lainnya menyoraki.

Perkelahian itu terjadi di bukit gunung dua di Jalan Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Motif dari perkelahian tersebut diduga karena saling mengejek dengan sebutan “Jahanam, alien”, yang sama-sama disebut oleh kedua siswa, sehingga mengakibatkan perkelahian.

Akibat perkelahian itu, pihak sekolah menyerahkan siswanya dengan didampingi orang tua masing-masing ke Polsek Teweh Tengah. Dengan harapan ada efek jera dan dapat dimediasi secara kekeluargaan dan selanjutnya diberi pembinaan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Teweh Tengah Kompol Reny Arafah mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pihak keluarga.

“Untuk siswa yang terlibat, keduanya sepakat untuk saling memaafkan, orang tua beserta guru BP nya pun mendukung untuk melaksanakan perjanjian damai,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/2).

Ia mengatakan,kronologi kejadian bermula ketika keduanya saling ejek-ejekan.

“Saling ejek-ejekan satu sama lain dan lalu terjadilah perkelahian,” ujar.

Untuk itu, kata Reny, kami mengharapkan untuk kedepannya kepada anak-anak di sekitar muara teweh agar tidak melakukan hal tersebut lagi.

“Tidak ada lagi perkelahian, tidak ada lagi yang masalah viral-viralan, mari kita bermedia sosial yang bijak dan menggunakan handphone untuk sebaik-baiknya,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 322 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

PT Palopo Indah Raya Bakal Penuhi Tuntutan Warga Desa Patas 1 Terkait Dana Kontribusi

3 Maret 2024 - 18:36 WIB

IWO Barsel Gelar Pelatihan Konten Jurnalistik Digital di STIE

8 Oktober 2023 - 20:28 WIB

Seorang Polisi di Barito Utara Tewas Usai Seruduk Truck, Satunya Lagi Kritis

20 Agustus 2023 - 11:32 WIB

RT 12 Desa Tabak Kanilan Minta PT Palopo Indah Raya Beri Perhatian Khusus

8 Agustus 2023 - 19:16 WIB

Soal CSR ke RT 12 Desa Tabak Kanilan, PT Palopo Indah Raya Sebut Sudah Sesuai Mekanisme yang Berlaku

5 Agustus 2023 - 22:01 WIB

Pihak eksternal PT Palopo Indah Raya saat diwawancarai awak media ini beberapa hari lalu.

Pengedar Uang Palsu di Buntok Ditangkap Polisi

14 Mei 2023 - 20:31 WIB

Trending di Hukum-Kriminal