Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 25 Sep 2021 00:01 WIB ·

Ustaz Pencabul 34 Santriwati Mengaku Tak Harmonis Sama Istrinya


 Ustaz Pencabul 34 Santriwati Mengaku Tak Harmonis Sama Istrinya Perbesar

Ustaz SM(34), pencabul 34 Santriwati di Pondok Pesantren di Trenggalek mengaku tak harmonis sama istrinya. Ketidakharmonisan dengan istri yang juga guru di Ponpes itu menjadi alasan dirinya melampiaskan napsunya ke para santriwati.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, dalam pemeriksaan terungkap, pencabulan itu dilakukan pelaku di lingkungan pesantren.

Arief melanjutkan, predator anak tersebut nekat melakukan pencabulan dengan alasan hubungan dengan sang istri kurang harmonis.

“Pelaku dan istrinya adalah ustaz (guru) di pesantren itu. Nah, pelaku sering pulang malam. Saat pelaku mengajak istrinya berhubungan selalu ditolak,” kata Arief, Jumat (24/9) dilansir dari Detik.com.

Puluhan santriwati itu menjadi korban pelampiasan nafsu sang ustaz. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura memanggil santriwati yang menjadi incarannya. Korban diajak ke tempat sepi. Di lokasi tersebut, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban.

“Jadi SM, biasanya menyampaikan kalimat ‘kalau sama guru harus nurut, tidak boleh membantah'” jelasnya.

“Dari pengakuan korban maupun pelaku sudah klop, ada 34 santriwati yang menjadi korban. Para korban masih di bawah umur,” ujarnya.

Kini pelaku pencabulan ini ditahan di Polres Trenggalek. Ia dijerat Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat 1, ayat 2, ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukumannya, pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. Juga denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Dalam hal tindak pidana pencabulan dilakukan oleh pendidik atau tenaga kependidikan dan menimbulkan korban lebih dari satu orang pidana ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” jelasnya.

Sumber: detik.com

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Buka Praktek Pembesar Payudara Abal-abal, Waria di Palangka Raya Ditangkap

6 Februari 2023 - 18:49 WIB

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal Dunia

6 Februari 2023 - 07:13 WIB

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. (FOTO: Antara)

Rantai Peredaran Narkoba di Barito Utara Diputus Polisi, Sejumlah Pelaku Ditangkap

5 Februari 2023 - 18:04 WIB

Salah satu pelaku peredaran narkoba di Barito Utara saat ditangkap polisi. (FOTO: Dokumen Polres Barito Utara)

Dituduh Selingkuh oleh Istrinya, Pria di Kalteng Potong Alat Kelaminnya

5 Februari 2023 - 16:55 WIB

GR, pria yang potong kelamin sendiri saat dirawat di RSUD Lamandau. (FOTO: Dokumen Ist).

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Pamait-Buntok

30 Januari 2023 - 10:41 WIB

Penemuan mayat di Jalan Desa Pamait-Buntok, Senin 30 Januari 2023. (FOTO: Dokumen Polisi for Baritoinfo).

Sebuah Alfamart di Palangka Raya Dirampok, Pelaku Berpakaian Hitam dan Bersenjata Tajam

30 Januari 2023 - 10:25 WIB

Tangkapan layar CCTV saat pelaku menodongkan parang ke arah salah satu karyawan Alfamart di jalan Beliang, Palangka Raya. (FOTO: Dokumen Ist).
Trending di Hukum-Kriminal