Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 27 Des 2021 20:35 WIB ·

Suap Pengurusan SKGR Poktan Parit Guntung, Diduga Direktur PT RAPP Terlibat


 Anggota Kelompok Tani  Parit Guntung Ezerpen. Perbesar

Anggota Kelompok Tani Parit Guntung Ezerpen.

PEKANBARU – Dua Direktur PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Mulia Nauli dan Rudi Fajar diduga terlibat perkara suap mantan Kepala Desa (Kades) Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau M Yunus dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah Kelompok Tani (Poktan) Parit Guntung.

Sebelumnya, dua orang terdakwa Jefriden (51) dan Ezerpen (54) dugaan suap terhadap mantan Kades Sering M Yunus dalam pengurusan SKGR, telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Jumat (24/12/2021).

Namun terdakwa mengakui, jika perbuatannya untuk memberikan uang kepada Yunus itu hanya sebagai proses administrasi saja. Sehingga diharapkan SKGR 100 persil untuk anggota Poktan itu segera diterbitkan. Jefriden merupakan Ketua Poktan Parit Guntung dan Erzepen sebagai anggota Poktan.

“Berdasarkan fakta persidangan bahwa kami tidak mengakui atas dakwaan barang siapa memberikan dan atau menjanjikan kepada pejabat. Saat persidangan kami melakukan pembayaran sesuai yang ditetapkan mantan Kades Sering M Yunus dan sesuai surat yang dibuat M Yunus,” kata Anggota Poktan Parit Guntung Ezerpen, Minggu (26/12/2021).

Ezerpen mengatakan, bahwa dari pihak PT RAPP Hermanto, Yuli, Mulia Nauli dan Rudi Fajar sebagai pembeli tanah Poktan Parit Guntung dari pihak mantan Kades M Yunus. Hermanto memberikan uang Rp125 juta kepada Poktan. Pengurusan SKGR atas nama Mulia Nauli dan Rudi Fajar.

“Uang sebesar Rp100 juta diserahkan pada mantan Kades Sering M Yunus sebagai uang depan pengurusan 100 persil SKGR, sedangkan Rp25 juta untuk operasional Poktan,” ujar Ezerpen.

Ezerpen menuturkan, dua orang Direktur PT RAPP turut serta dalam perkara suap mantan Kades Sering M Yunus. Mereka harus diseret ke pengadilan. Tegak hukum yang adil. Dalam dakwaan Kita juga dituduh.

Saat ini, sebut Ezerpen, tanah yang dibeli oleh PT RAPP ditanamin pohon akasia di Desa Sering. Sedangkan, mantan Kades Sering M Yunus yang juga tergabung di Poktan Parit Guntung memilik lahan seluas 24 hektar dari 12 SKGR.

“Artinya cukup banyak yang bertanggung jawab. Sadri Yulizar anak dari mantan Kades Sering yang membuat SKGR. Ketika itu, Sadri Yulizar menjabat sebagai Kasi Pembangunan Desa Sering,” tutup Ezerpen.

Dalam perkara ini, majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang dipimpin Saut Maruli Tua SH MH sebelumnya telah menjatuhkan terhadap M Yunus, Rabu (18/12/19) silam. Yunus juga harus membayar denda Rp 50 juta, dengan subsider selama 3 bulan kurungan.

 

(Anhar)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Diduga Publikasikan Berita Fitnah, Oknum Wartawan Media Online Tampahan Dipolisikan PD IWO Barsel

23 Mei 2024 - 18:02 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik IWO Barsel, Oknum Wartawan Tampahan.Com Bakal Dipolisikan

21 Mei 2024 - 21:08 WIB

Terduga Bandar Narkoba di Barsel Diringkus BNNP Kalsel

4 Maret 2024 - 08:32 WIB

PT Palopo Indah Raya Bakal Penuhi Tuntutan Warga Desa Patas 1 Terkait Dana Kontribusi

3 Maret 2024 - 18:36 WIB

Seorang Polisi di Barito Utara Tewas Usai Seruduk Truck, Satunya Lagi Kritis

20 Agustus 2023 - 11:32 WIB

RT 12 Desa Tabak Kanilan Minta PT Palopo Indah Raya Beri Perhatian Khusus

8 Agustus 2023 - 19:16 WIB

Trending di Hukum-Kriminal