Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 4 Des 2021 16:28 WIB ·

Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja Dibekuk Polisi


 Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja & kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja. Perbesar

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja & kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja.

BANDUNG  – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membekuk sindikat pemalsu Kartu Prakerja yang merugikan negara hingga Rp18 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Arief Rachman mengatakan empat pelaku pemalsu Kartu Prakerja itu ditangkap di salah satu hotel yang ada di Bandung. Keempat pelaku itu, kata dia, berinisial AP, AE, RW, dan WG.

“Mereka ini membuat Kartu Prakerja fiktif dengan mendapat keuntungan total Rp18 miliar,” kata Arief di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, dilansir Antara.

Menurutnya pengungkapan itu bermula dari adanya informasi kebocoran data kependudukan yang disalahgunakan dengan cara diperjualbelikan secara ilegal. Kemudian penyidik Ditreskrimsus menurutnya melakukan penyelidikan dengan patroli siber.

Selain itu, penyidik juga menemukan petunjuk bahwa aksi tersebut merupakan perbuatan dari sindikat dan bukan perorangan. Penyidik kemudian menemukan petunjuk dari Kartu Prakerja data hasil retasan tersebut. Para pelaku diduga menjebol data kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berbagai daerah.

Menurutnya aksi pemalsuan Kartu Prakerja itu sudah dilakukan sejak tahun 2019.

“Mereka diduga melakukan akses ilegal terhadap database (basis data) kependudukan yang digunakan untuk membuat Kartu Prakerja fiktif yang merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata dia.

Kini empat pelaku beserta barang buktinya telah diamankan di Polda Jawa Barat untuk diminta keterangannya atas perbuatannya tersebut.

Polisi masih melakukan pendalaman dalam penyelidikan yang dilakukan guna menetapkan pasal yang akan disangkakan kepada empat pelaku tersebut.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Pamait-Buntok

30 Januari 2023 - 10:41 WIB

Penemuan mayat di Jalan Desa Pamait-Buntok, Senin 30 Januari 2023. (FOTO: Dokumen Polisi for Baritoinfo).

Sebuah Alfamart di Palangka Raya Dirampok, Pelaku Berpakaian Hitam dan Bersenjata Tajam

30 Januari 2023 - 10:25 WIB

Tangkapan layar CCTV saat pelaku menodongkan parang ke arah salah satu karyawan Alfamart di jalan Beliang, Palangka Raya. (FOTO: Dokumen Ist).

Diduga Serangan Jantung, Camat Telawang Meninggal Dunia di Pinggir Jalan di Sampit

30 Januari 2023 - 09:41 WIB

Ilustrasi mayat.

Kebakaran di Lahei 2: 13 Rumah Terbakar, Puluhan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

29 Januari 2023 - 20:33 WIB

Sejumlah Rumah di Lahei 2, Barito Utara Ludes Terbakar

29 Januari 2023 - 13:59 WIB

Sejumlah Rumah di Lahei 2, Barito Utara Ludes Terbakar

29 Januari 2023 - 13:22 WIB

Trending di Hukum-Kriminal