Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Kabar Daerah · 1 Jan 2022 19:18 WIB ·

Sepanjang 2021, 44 Pengendara di Palangka Raya Meninggal Akibat Kecelakaan


 Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas. Perbesar

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas.

PALANGKA RAYA – Sepanjang 2021, 44 pengendara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa , Sabtu, mengatakan bahwa sebanyak 44 pengendara yang meninggal akibat kecelakaan pada tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun sebelumnya total pengendara yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya hanya 38 orang,” kata Sandi.

Ruas jalan yang dianggap rawan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas ada dibeberapa titik, yakni ruas Jalan Tjilik Riwut, Mahir Mahar, RTA Milono, Diponegoro, Rajawali, Wisata Pahandut, dan Jalan G Obos.

Sedangkan untuk ruas jalan yang selama ini rawan terjadi kemacetan hanya ada dua titik, yakni Jalan Ahmad Yani depan Pasar Besar dan Jalan Yos Sudarso depan Hypermart.

“Agar para pengendara tidak menjadi korban laka lantas saat berada di jalan raya, saya sarankan selalu mentaati aturan berlalu lintas,” ucapnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Polresta Palangka Raya, untuk pelanggaran tilang pada 2020 berjumlah 2.127 sedangkan tahun ini turun menjadi 924.

Untuk teguran ke pengendara tahun lalu sebanyak 623 dan tahun ini 1.091. Artinya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Angka laka lantas sebelumnya 181 kasus kini menjadi 161 kasus, artinya laka lantas tahun ini mengalami penurunan.

Sedangkan terkait penyelesaian perkara laka lantas, tahun lalu 157 kasus dan tahun ini bisa diselesaikan sebanyak 126 kasus. Kemudian untuk luka berat pada 2020 nol dan tahun ini hanya sembilan orang.

Luka ringan berjumlah 241 untuk 2020 sedangkan tahun 2021 berjumlah 203. Untuk kerugian materil sebelumnya Rp150 juta lebih dan tahun ini mengalami penurunan sebesar Rp132 juta lebih.

 

ANTARA

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Penetapan KUA PPAS Tahun 2023 Dalam Rapat Paripurna DPRD Barsel

8 Agustus 2022 - 21:20 WIB

EMPAT POIN UTAMA PRAPERADILAN MARDANI H. MAMING, DARI TIADANYA KEWENANGAN KPK HINGGA KRIMINALISASI TRANSAKSI BISNIS

19 Juli 2022 - 20:58 WIB

Mardani Maming Lawan Kriminalisasi Via Pra Peradilan, KPK Tidak Siap dan Mangkir Sidang

12 Juli 2022 - 14:11 WIB

DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda

7 Juli 2022 - 21:27 WIB

Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang

7 Juli 2022 - 18:01 WIB

DPRD Barsel Minta Pemkab Perhatikan Penyaluran Dana CSR

6 Juli 2022 - 19:40 WIB

Trending di Barito Selatan