Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Palangka Raya · 8 Nov 2021 19:03 WIB ·

Sejumlah Wilayah di Palangka Raya Mulai Terendam Air Luapan Sungai Kahayan


 Sejumlah Wilayah di Palangka Raya Mulai Terendam Air Luapan Sungai Kahayan Perbesar

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Fairid Naparin menyatakan bahwa pihaknya telah bersiaga menghadapi ancaman bencana banjir di wilayah setempat.

“Hari ini kita melaksanakan apel siaga antisipasi bencana hidrometeorologi atau siaga banjir di tahun 2021,” kata Fairid di Palangka Raya, Senin.

Apel yang diikuti unsur TNI, Polri serta jajaran pemerintah “Kota Cantik” termasuk lurah dan camat itu sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi banjir.

Dia mengatakan saat ini wilayah Kelurahan Pangka, Bereng Bengkel dan Kameloh Baru serta Pahandut Seberang juga mulai tergenang luapan air Sungai Kahayan yang terus naik akibat tingginya intensitas hujan di Palangka Raya dan wilayah hulu sungai.

“Potensi banjir luapan sungai Kahayan itu juga kian tinggi karena informasi BMKG dalam beberapa hari kedepan hujan akan terjadi di Palangka Raya dan kabupaten tetangga yang menjadi wilayah hulu Sungai Kahayan,” ucap Fairid.

Kepala daerah termuda di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah itu menambahkan dalam rangka meminimalkan potensi risiko bencana banjir Pemerintah Kota Palangka Raya melalui BPBD juga telah melakukan sejumlah langkah strategis.

Pertama pengenalan dan pemantauan risiko bencana, kedua perencanaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana, ketiga pengembangan budaya sadar bencana. Selanjutnya, peningkatan komitmen terhadap pelaku penanggulangan bencana dan kelima penerapan upaya antisipasi dan penanggulangan dalam bentuk fisik non fisik.

Fairid mengatakan dalam pengaturan penanggulangan bencana, kerangka konseptual dari berbagai elemen dianggap dapat mengurangi kerentanan dan resiko bencana. Maka, pelibatan dan peran aktif suatu kelompok atau komunitas masyarakat sangat penting untuk mencegah dan mengurangi dampak negatif terjadinya bencana.

“Dalam konteks yang luas menyebarluaskan pengetahuan dan pengenalan tentang bencana termasuk melakukan analisis risiko dan upaya pengelolaan bencana kepada seluruh lapisan elemen masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.

Untuk itu, Pemkot Palangka Raya melalui BPBD, juga menggencarkan sosialisasi serta pelatihan mitigasi bencana sebagai bentuk pemberdayaan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap siagaan menghadapi bencana.

 

ANTARA

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ternyata ini Motif Pelaku Pemukulan di SPBU Palangka Raya

30 Mei 2022 - 23:13 WIB

Polisi Hentikan Acara Live Musik DJ di Palangka Raya

30 Mei 2022 - 12:02 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan di SPBU Palangka Raya

29 Mei 2022 - 00:10 WIB

Curi Sawit Lalu Jual ke Penadah, 3 Pria Ini Ditangkap Polisi

24 Januari 2022 - 23:24 WIB

3 pelaku pencurian sawit dan penadah saat ditangkap polisi. (Foto: Dokumen Polisi).

Beli Sawit dari Para Pencuri, Pria Ini Ditangkap Polisi

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Penadah hasil pencurian sawit beserta barang bukti saat diamankan oleh Polsek Rakumpit. (FOTO: Dokumen Ist).

Diduga Minum Pemutih Pakaian, Pria di Palangka Raya Nyaris Tewas

21 Januari 2022 - 19:23 WIB

Ilustrasi pemutih pakaian/Kompas.com.
Trending di Palangka Raya