Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Nasional · 30 Des 2021 12:39 WIB ·

Sejumlah Negara Pertimbangkan Isolasi, Pengujian Saat Omicron Menyebar


 Sejumlah Negara Pertimbangkan Isolasi, Pengujian Saat Omicron Menyebar Perbesar

Roma/Washington – Pemimpin politik di sejumlah negara mempertimbangkan aturan isolasi dan pengujian COVID-19 guna menahan penyebaran varian virus corona Omicron tanpa melumpuhkan ekonomi.

Spanyol pada Rabu (29/12) mengurangi masa karantina dari 10 hari menjadi tujuh hari, sementara Italia berencana melonggarkan aturan isolasi bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan penderita virus.

Awal pekan ini otoritas kesehatan Amerika Serikat merilis panduan baru yang memperpendek periode isolasi untuk orang yang terinfeksi menjadi lima hari dari 10 hari, selama mereka tidak menunjukkan gejala.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan kepada anggota parlemen Prancis tentang peningkatan kasus yang “memusingkan”, dengan 208.000 kasus dilaporkan dalam waktu 24 jam—yang merupakan rekor nasional dan Eropa.

Inggris, Italia, Spanyol, Portugal, Yunani, Siprus, dan Malta mencatat rekor jumlah kasus baru pada Selasa (28/12), sementara jumlah rata-rata tujuh hari kasus harian baru di AS mencapai rekor 258.312 kasus, menurut hitungan Reuters pada Rabu (29/12).

Puncak sebelumnya adalah 250.141 kasus yang tercatat pada Januari lalu.

“Saya sangat prihatin bahwa Omicron, yang sangat menular dan menyebar pada saat yang sama dengan Delta, menyebabkan tsunami kasus,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers.

Angka kematian dan rawat inap rendah

Meskipun infeksi virus corona melonjak, angka kematian dan rawat inap relatif rendah, kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Rochelle Walensky pada Rabu.

Sementara rata-rata kasus harian tujuh hari saat ini adalah sekitar 240.400, atau naik 60 persen dibandingkan minggu sebelumnya, tingkat rawat inap untuk periode yang sama naik hanya 14 persen menjadi sekitar 9.000 per hari selama periode yang sama.

Kematian turun sekitar 7 persen menjadi 1.100 per hari, kata Walensky.

Beberapa ahli penyakit mempertanyakan aturan baru CDC yang mengurangi separuh periode isolasi untuk infeksi virus corona tanpa gejala, dengan mengatakan lebih banyak infeksi dapat terjadi.

Aturan baru itu tidak mengharuskan pengujian untuk memastikan bahwa seseorang tidak lagi menular sebelum mereka kembali bekerja atau bersosialisasi.

Sementara Inggris melaporkan 183.037 kasus COVID-19 pada Rabu, yang merupakan rekor baru. Irlandia juga melaporkan rekor kasus pada Rabu, dengan lebih dari 16.000 infeksi baru.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia tidak akan memberlakukan pembatasan baru di Inggris untuk membatasi penyebaran Omicron, yang sekarang menyumbang 90 persen dari semua infeksi masyarakat, menurut pejabat kesehatan.

Di Australia, tercatat 18.300 kasus baru, melampaui infeksi tertinggi pada Selasa sekitar 11.300 kasus.

Pemerintah sejumlah negara semakin khawatir dengan dampak ekonomi dari sejumlah besar orang yang terpaksa melakukan isolasi mandiri karena pernah melakukan kontak dengan penderita virus corona.

“Kami tidak bisa mengenyahkan orang-orang dari publik karena mereka kebetulan berada di tempat tertentu pada waktu tertentu,” kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison kepada wartawan.

Morrison ingin membuat perubahan mendesak pada aturan pengujian COVID-19 untuk mengurangi tekanan pada lokasi-lokasi pengujian.

Dia mengatakan Australia perlu “melakukan sesuatu yang berbeda” untuk mengelola laboratorium yang terbebani dan membebaskan orang-orang dari isolasi.

Sementara Spanyol dan Italia bergerak untuk melonggarkan beberapa aturan isolasi, China tetap pada kebijakan tegasnya dengan mengisolasi 13 juta orang di Xian, di bawah penguncian ketat selama tujuh hari ketika 151 kasus baru dilaporkan pada Selasa.

Sejauh ini, tidak ada kasus di ibu kota Provinsi Shaanxi tengah itu yang terkait Omicron.

“Saya hanya ingin pulang,” kata seorang mekanik berusia 32 tahun yang berada di Xian untuk urusan bisnis minggu lalu, ketika kota itu secara efektif ditutup dari dunia luar.

 

Sumber: Reuters

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mardani Maming Lawan Kriminalisasi Via Pra Peradilan, KPK Tidak Siap dan Mangkir Sidang

12 Juli 2022 - 14:11 WIB

Dipimpin AHY, Elektabilitas Demokrat Naik Lagi Capai 11,6 Persen di Survei Kompas

21 Juni 2022 - 22:53 WIB

Takziah ke Rumah Ridwan Kamil, AHY Sampaikan Belasungkawa

9 Juni 2022 - 11:17 WIB

Diduga Lecehkan Institusi Polri, Alvin Liem akan Dilaporkan ke Mabes Polri

19 April 2022 - 21:48 WIB

Pererat Sinergi, Dandim 0503/Jakarta Barat Silaturahmi Dengan Insan Media

19 April 2022 - 21:20 WIB

Taklimat Akhir Pengawasan Internal Post Audit Itdam III/Siliwangi di Korem 064/MY

19 April 2022 - 21:18 WIB

Trending di Kabar Daerah