MARABAHAN – Meski digelar sederhana lantaran dalam situasi pandemi COVID-19, upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-76 Tahun 2021 di Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlangsung khidmat.
Upacara berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Batola, Rabu (10/11), bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Hj Noormiliyani AS, Perwira Upacara AKP Anton Suyono (Kasat Lantas Polres Batola) dan Komandan Upacara Ipda Aspihadi (KBO Narkoba).
Peringatan dihadiri Ketua DPRD Saleh, para anggota forkopimda, Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor dan para pimpinan SKPD ditandai pengibaran bendera merah putih oleh tiga orang anggota Satpol-PP wanita.
Prosesi upacara hanya melibatkan enam pleton pasukan seperti TNI, Polri, Satpol-PP, Korpri, KNPI dan Karang Taruna juga berisi pembacaan Teks Pancasila Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Iptu Sukarjo (Kasat Binmas Polres Batola) dan pembacaan Pesan-pesan Pahlawan Nasional oleh Ipda Arif (Kanit Rigiden Satlantas Polres Batola).
Peringatan Hari Pahlawan di Batola kali ini juga dirangkai ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) 5 Desember Marabahan yang berisi peletakan karangan bunga oleh Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif dilanjutkan tabur bunga dari Bupati Noormiliyani, Ketua DPRD Saleh, para anggota Forkopimda dan Sekdakab Batola.
Sebelumnya, pada saat upacara, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengatakan, 10 November 195 di Surabaya yang diperingati sebagai hari pahlawan harus dicontoh dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apa pun sert atidak pernah peduli akan keterbatasan dan halangan.
“Para pahlawan dengan gagah berani memilih melawan, membombardir kapal perang, pesawat tempur, tank dan senjata canggih lainnya walaupun hanya dengan bambu runcing dan keyakinan tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan yang berbalut semboyan merdeka atau mati,” kata Noormiliyani saat membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
“Jiwa persatuan yang tidak menanyakan asal usul dan semangat pantang menyerah inilah yang harus kita resapi dan lestarikan sebagai bangsa dalam menghadapi tantangan dan ancaman apapun. Kita adalah anak dan cucu kandung para pahlawan bangsa,” sambungnya.
Pada bagian lain, Mensos juga menyinggung potensi besar dalam memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis strategis.
Tantangan terbesarnya, lanjutnya, dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan dengan didukung inovasi dan daya kreativitas tinggi serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah.
Mengingat, 20 tahun mendatang akan memasuki bonus demografi yaitu periode dimana angka dependency ratio mencapai angka minimal dan terdapat lebih banyak tenaga kerja produktif yang bermanfaat untuk memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan.
Namun, lanjut dia, di sisi lain juga terdapat kecenderungan berkurangnya lapangan kerja yang harus diantisipasi dengan cerdas dan seksama.
“Untuk itu kita harus hadapi ini dengan semangat wirausaha yang sesungguhnya dan kita pasti bisa karena tuhan maha kaya dan maha adil,” katanya.