Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Lifestyle · 29 Sep 2021 12:23 WIB ·

Penyakit Demam Babi Sudah Ada di Kalteng


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

PALANGKA RAYA- Penyakit demam babi atau yang sering dikenal African Seine Fever (ASF) terdeteksi ada di beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti.

“Di Kalteng sudah, kemarin kami investigasi di Pahandut Seberang dan Desa Tuwung, Pulang Pisau. Pertama itu ditemukan di Tuwung dan di Tuwung sudah kami investigasi bersama Balai Veteriner Banjarbaru,” katanya di Palangka Raya, Selasa, (28/9) dilansir dari Antara.

Terkait hal ini, pihaknya berencana menutup masuknya hewan jenis babi dari luar. Rencana penutupan ini masih menunggu hasil investigasi di beberapa daerah selesai dilakukan.

“Kalteng akan menutup untuk pemasukan babi. Penutupan kami tunggu hasil investigasi beberapa daerah, baru kami tetapkan untuk penutupan,” ungkapnya.

Untuk jumlah, pihaknya masih melakukan pendataan sehingga belum tahu pasti. Dijelaskan Sunarti, ciri-ciri ASF yakni babi akan tiba-tiba mati dan klinisnya pada bagian leher pembuluh darah tampak berwarna biru.

“Di Tuwung, peliharaan tapi kalau tidak salah ada pembelian dari luar juga. Penularan bisa dari makanan,” ungkapnya.

Meski menurutnya penyakit ini tidak termasuk ‘zoonosis’ atau tidak menular kepada manusia, namun cukup menganggu perekonomian masyarakat, karena dapat mengakibatkan kematian terhadap babi. Oleh karenanya pihaknya berupaya maksimal bersama instansi terkait melakukan penanganan di lapangan.

“Tim kami sedang melakukan investigasi di kabupaten lainnya,” jelas Kepala Dinas TPHP Kalteng tersebut.

Jika nantinya penutupan masuknya hewan jenis babi dari luar daerah dilakukan sementara dalam pengendalian ASF, diperkirakan tak akan terlalu berdampak terhadap aktivitas pengusaha ternak babi.

Sunarti mengatakan, sebenarnya untuk populasi babi di Kalteng cukup banyak, namun konsumsi tidak terlalu tinggi, sedangkan hasilnya juga banyak dijual ke luar.

“Usaha ternak babi di Kalteng masih skala kecil, rata-rata kepemilikan babi sekitar 20-50 ekor untuk peternak, bahkan rata-rata di setiap rumah dua sampai tiga ekor kepemilikannya,” paparnya.

Sumber: Antara

Artikel ini telah dibaca 6.219 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ben Brahim Raih Top Score di Pertandingan Mini Soccer Kapuas

4 April 2022 - 19:40 WIB

Jemput Bola, Koramil 03/GP Kodim 0503/JB Akan Gelar Gebyar Vaksinasi

8 Maret 2022 - 20:09 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPRD Barsel Serap Aspirasi Masyarakat di Desa Bundar

2 Maret 2022 - 11:28 WIB

Komunitas Itiak Pulang Sanjo Salurkan Bantuan pada Korban Gempa Bumi Pasaman Timur Sumbar

1 Maret 2022 - 19:45 WIB

Perpanjangan Jabatan Presiden ataupun Penundaan Pemilu 2024 adalah Pelecehan Konstitusi

25 Februari 2022 - 17:16 WIB

Ratusan Pelajar di Kuala Kapuas Ikuti Kampaye dan Pendidikan Konservasi Orangutan

4 Februari 2022 - 19:16 WIB

Trending di Kabar Daerah