Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 29 Sep 2022 20:27 WIB ·

Pasutri di Palangka Raya Dibunuh, Anaknya Diberi Pendampingan Psikologi


 Evakuasi jenazah pasutri yang merupakan korban pembunuhan di Palangka Raya beberapa hari lalu. 
Perbesar

Evakuasi jenazah pasutri yang merupakan korban pembunuhan di Palangka Raya beberapa hari lalu.

PALANGKA RAYA-Kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri di Jalan Cempaka, Gang Kenanga, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, beberapa hari lalu masih terus didalami polisi hingga kini. Pelakunya masih liar.

Terlepas dari proses hukum terhadap pelaku yang hingga kini masih diburu polisi, peristiwa berdarah pada Jumat malam lalu itu menyisakan luka mendalam dan trauma berat bagi anak korban yang masih berusia 17 tahun.

Terhadap kondisi korban berinisial MY (17) yang tentunya traumatis, Polda Kalteng melalui bidang Psikologi Sumber Daya Manusia (SDM) mengambil langkah pendampingan psikologis secara bertahap.

“Iya benar mas. Kita berikan dukungan dan pendampingan psikologis untuk korban yang ayah dan ibunya dibunuh beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Biro SDM Polda Kalteng, Kombes Pol Ivan Adhtya, Kamis, (29/9).

Ivan mengatakan, pendampingan psikologis yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari pelayanan humanis sehingga anak korban tidak mengalami traumatis kembali mengingat peristiwa tragis yang menimpa kedua orang tuanya.

Tak hanya pendampingan psikologis, Polda Kalteng juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk turut memberikan perhatian, motivasi dan dukungan lebih kepada anak korban.

Sebagaimana diketahui bahwa peristiwa pembunuhan tragis yang menimpa pasutir Ahmad dan Fatnawati terjadi pada 24 September 2022 lalu.

Pembunuhan oleh orang tak dikenal itu menyebabkan kedua korban tewas dengan sejumlah luka pada beberapa anggota tubuh.

Berdasarkan informasi dari polisi setempat, korban Ahmad mengalami 13 luka, yakni di bagian kepala, daun telinga dan pinggang samping kanan, sedangkan korban Fatnawati mengalami 11 luka, yaitu pada bagian kepala, muka, mata sebelah kiri dan kanan serta bagian perut. Luka-luka tersebut diakibatkan oleh benda tajam.

Kasus yang menjadi perhatian publik Palangka Raya ini masih didalami oleh polisi secara intensif. Mulai dari memburu pelaku hingga pencarian barang bukti yang dibawa pelaku terus dilakukan oleh pihak Polresta Palangka Raya dan Polda Kalteng.

 

Artikel ini telah dibaca 895 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Buka Praktek Pembesar Payudara Abal-abal, Waria di Palangka Raya Ditangkap

6 Februari 2023 - 18:49 WIB

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes Meninggal Dunia

6 Februari 2023 - 07:13 WIB

Mantan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. (FOTO: Antara)

Rantai Peredaran Narkoba di Barito Utara Diputus Polisi, Sejumlah Pelaku Ditangkap

5 Februari 2023 - 18:04 WIB

Salah satu pelaku peredaran narkoba di Barito Utara saat ditangkap polisi. (FOTO: Dokumen Polres Barito Utara)

Dituduh Selingkuh oleh Istrinya, Pria di Kalteng Potong Alat Kelaminnya

5 Februari 2023 - 16:55 WIB

GR, pria yang potong kelamin sendiri saat dirawat di RSUD Lamandau. (FOTO: Dokumen Ist).

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Pamait-Buntok

30 Januari 2023 - 10:41 WIB

Penemuan mayat di Jalan Desa Pamait-Buntok, Senin 30 Januari 2023. (FOTO: Dokumen Polisi for Baritoinfo).

Sebuah Alfamart di Palangka Raya Dirampok, Pelaku Berpakaian Hitam dan Bersenjata Tajam

30 Januari 2023 - 10:25 WIB

Tangkapan layar CCTV saat pelaku menodongkan parang ke arah salah satu karyawan Alfamart di jalan Beliang, Palangka Raya. (FOTO: Dokumen Ist).
Trending di Hukum-Kriminal