Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Palangka Raya · 20 Nov 2021 06:01 WIB ·

Korban Terdampak Banjir di Palangka Raya Mencapai 31.013 Jiwa


 Dua anak bermain air saat banjir melanda wilayah Pasar Kahayan, di Palangka Raya, Jumat (19/11/2021). ANTARA/Rendhik Andika. Perbesar

Dua anak bermain air saat banjir melanda wilayah Pasar Kahayan, di Palangka Raya, Jumat (19/11/2021). ANTARA/Rendhik Andika.

PALANGKA RAYA – Wilayah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, kini tengah dilanda banjir. Hingga saat ini, tercatat tercatat 31.013 jiwa yang terdiri dari 8.876 kepala keluarga menjadi korban terdampak banjir.

Pemerintah Kota Palangka Raya saat ini tengah fokus memenuhi kebutuhan para korban. Dari pengungsian, makanan, hingga obat-obatan.

“Pemerintah kota fokus melakukan penanganan bagi para korban, utamanya memastikan kebutuhan tempat tidur, makanan, obat-obatan serta air bersih di pengungsian terpenuhi,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, seperti dilansir Antara, Jumat (19/11/2021).

Pemerintah kota bersama berbagai pihak terkait juga telah mengungsikan para korban di posko-posko yang didirikan, serta mengadakan dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan para korban banjir.

“Untuk kebutuhan logistik dan kesehatan kami pastikan aman. Kami juga meminta para pengungsi tetap menerapkan protokol kesehatan agar nantinya tidak muncul klaster baru COVID-19,” terangnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat juga menjamin ketersediaan air bersih untuk keperluan para pengungsi.

Dia mengatakan saat ini sebagian besar para korban banjir tinggal di pengungsian yang disiapkan pemerintah, sebagian tinggal di pengungsian mandiri dan sebagian lainnya di rumah kerabat.

Sementara itu berdasarkan data yang dikeluarkan BPBD Palangka Raya sampai (19/11) tercatat 31.013 warga yang terdiri dari 8.876 kepala keluarga menjadi korban banjir.

Pada korban itu berasal dari 21 kelurahan dari total 30 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlah korban banjir terbanyak berada di wilayah Kelurahan Pahandut sebanyak 15.000 jiwa, disusul Kelurahan Pahandut Seberang 4.024 jiwa.

Tak hanya merendam ribuan rumah, banjir luapan sungai besar yang melintasi Palangka Raya juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah, kantor kelurahan, tempat ibadah dan pasar.

Meski demikian, sampai saat ini, secara umum kondisi banjir yang melanda “Kota Cantik” mulai menurun antara 2-20 sentimeter. Namun warga belum dapat kembali ke rumah karena banjir masih menggenangi permukiman.

“Saya juga meminta masyarakat terutama di wilayah bantaran sungai mewaspadai naiknya air. Jangan biarkan aliran listrik berada di lantai dalam kondisi menyala. Ini berbahaya dan bisa menjadi penyebab korsleting listrik,” kata Fairid.

Editor : Muhamad Iskandar

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ternyata ini Motif Pelaku Pemukulan di SPBU Palangka Raya

30 Mei 2022 - 23:13 WIB

Polisi Hentikan Acara Live Musik DJ di Palangka Raya

30 Mei 2022 - 12:02 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan di SPBU Palangka Raya

29 Mei 2022 - 00:10 WIB

Curi Sawit Lalu Jual ke Penadah, 3 Pria Ini Ditangkap Polisi

24 Januari 2022 - 23:24 WIB

3 pelaku pencurian sawit dan penadah saat ditangkap polisi. (Foto: Dokumen Polisi).

Beli Sawit dari Para Pencuri, Pria Ini Ditangkap Polisi

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Penadah hasil pencurian sawit beserta barang bukti saat diamankan oleh Polsek Rakumpit. (FOTO: Dokumen Ist).

Diduga Minum Pemutih Pakaian, Pria di Palangka Raya Nyaris Tewas

21 Januari 2022 - 19:23 WIB

Ilustrasi pemutih pakaian/Kompas.com.
Trending di Palangka Raya