Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Lifestyle · 30 Sep 2021 07:23 WIB ·

Kisah Yesti, Wanita Asal NTT yang Rela Jadi ART untuk Biaya Kuliah


 Kisah Yesti, Wanita Asal NTT yang Rela Jadi ART untuk Biaya Kuliah Perbesar

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Pepatah ini layak disematkan kepada Yesti Rambu Jola Pati, wanita asal NTT yang kini sudah meraih gelar sarjana.

Gelar sarjana Matematika yang diraih Yesti bukan mudah. Dia harus melalui jalan berliku. Tanpa modal finansial, sehabis lulus SMA, Yesti nekat melangkah ke Surabaya.

Tak hanya minim modal finansial, Yesti yang awalnya hanya ingin bekerja itu juga tak punya kenalan di Kota Pahlawan itu. Ia rela menjadi Asisten Rumah Tangga (ART).

“Saya anak yang tipikal sayang orang tua, saya mau berubah, mau membanggakan orang tua dan membantu perekonomian orang tua,” kata Yesti, Rabu (29/9) dilansir dari detik.com.

Berkisah tentang masa lalu membuat Yesti terisak. Dia ingat bagaimana awal mula merantau dan tidak membawa bekal apapun. Yesti mengaku hanya bermodalkan nekat.

“Kalau ngomongin itu nanti saya nangis, karena waktu itu kan kedua orang tua tidak setuju, keberatan saya berangkat ke sini. Saya nggak punya uang. Saya nggak punya bekal apa-apa, saya cuma modal nekat,” aku Yesti.

Wajar saja orang tua Yesti tak setuju dan melepas kepergian anak kelima dari enam bersaudara ini. Karena di Jawa, Yesti tidak mengenal siapapun dan tidak memiliki kerabat.

“Alasannya karena saya kecil. Kata mereka, kamu di sana tidak punya siapa-siapa. Nanti takut tidak ada orang yang percaya. Tapi karena saya punya keberanian, punya tekat akhirnya saya berangkat ke Jawa,” imbuhnya.

Sampai di Surabaya, Yesti akhirnya mendapat pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Dengan gaji yang diterimanya, dia bisa membantu perekonomian keluarga.

“Sampai di sini saya punya tabungan saya beli HP, saya mengabari mereka (orang tua) jika saya punya pekerjaan, punya majikan yang baik. Ketika saya sudah bekerja, saya bisa membantu perekonomian keluarga dan akhirnya mereka setuju,” papar Yesti.

Kini, orang tua Yesti pun patut berbangga karena putrinya mampu meraih gelar sarjana dengan nilai yang baik. Teringat perjuangan dan lika-likunya, Yesti mengaku tak bisa membendung air matanya saat diwisuda di Dyandra Convention Center Surabaya pada beberapa waktu lalu.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ben Brahim Raih Top Score di Pertandingan Mini Soccer Kapuas

4 April 2022 - 19:40 WIB

Jemput Bola, Koramil 03/GP Kodim 0503/JB Akan Gelar Gebyar Vaksinasi

8 Maret 2022 - 20:09 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPRD Barsel Serap Aspirasi Masyarakat di Desa Bundar

2 Maret 2022 - 11:28 WIB

Komunitas Itiak Pulang Sanjo Salurkan Bantuan pada Korban Gempa Bumi Pasaman Timur Sumbar

1 Maret 2022 - 19:45 WIB

Perpanjangan Jabatan Presiden ataupun Penundaan Pemilu 2024 adalah Pelecehan Konstitusi

25 Februari 2022 - 17:16 WIB

Ratusan Pelajar di Kuala Kapuas Ikuti Kampaye dan Pendidikan Konservasi Orangutan

4 Februari 2022 - 19:16 WIB

Trending di Kabar Daerah