Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 6 Des 2021 16:03 WIB ·

Kasus Novia Widyasari, Polri tindak tegas Bripda Randy Bagus dengan PTDH


 Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri menindak tegas Bripda Randy Bagus dengan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). ANTARA/Divisi Humas Polri. Perbesar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri menindak tegas Bripda Randy Bagus dengan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). ANTARA/Divisi Humas Polri.

JAKARTA – Polri menindak tegas Bripda Randy Bagus (RB), oknum anggota Polri, yang terlibat kasus bunuh diri Novia Widyasari, mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di samping makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur, melalui pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Tindak tegas baik sidang kode etik untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Tidak hanya itu, kata Dedi, Bripda RB juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Hal ini sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang tidak akan tembang pilih dalam menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terlebih pelanggaran berat seperti tindak pidana.

“Polri terus berkomitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” kata Dedi.

Polri melalui Polda Jawa Timur telah menahan dan memproses Bripda Randy Bagus yang diduga sengaja menyuruh Novia Widyasari untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Dikutip dari Instagram resmi Divisi Humas Polri, diketahui dari hasil penyidikan polisi bahwa Bripda Randy Bagus dan Novia Widyasari sudah berkenalan sejak Oktober 2019. Keduanya berpacaran, lalu melakukan hubungan layaknya suami istri yang berlangsung sejak 2020 sampai 2021.

Polri menemukan bukti bahwa korban selama berpacaran dengan Bripda Randy Bagus sejak Oktober 2019 sampai Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi sebanyak dua kali pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Atas perbuatan Bripda Randy Bagus secara internal melakukan perbuatan melanggar hukum Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik serta dijerat Pasal 7 dan Pasal 11. Secara eksternal dijerat dengan Pasal 348 Juncto 55 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Pamait-Buntok

30 Januari 2023 - 10:41 WIB

Penemuan mayat di Jalan Desa Pamait-Buntok, Senin 30 Januari 2023. (FOTO: Dokumen Polisi for Baritoinfo).

Sebuah Alfamart di Palangka Raya Dirampok, Pelaku Berpakaian Hitam dan Bersenjata Tajam

30 Januari 2023 - 10:25 WIB

Tangkapan layar CCTV saat pelaku menodongkan parang ke arah salah satu karyawan Alfamart di jalan Beliang, Palangka Raya. (FOTO: Dokumen Ist).

Diduga Serangan Jantung, Camat Telawang Meninggal Dunia di Pinggir Jalan di Sampit

30 Januari 2023 - 09:41 WIB

Ilustrasi mayat.

Kebakaran di Lahei 2: 13 Rumah Terbakar, Puluhan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

29 Januari 2023 - 20:33 WIB

Sejumlah Rumah di Lahei 2, Barito Utara Ludes Terbakar

29 Januari 2023 - 13:59 WIB

Sejumlah Rumah di Lahei 2, Barito Utara Ludes Terbakar

29 Januari 2023 - 13:22 WIB

Trending di Hukum-Kriminal