Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Lifestyle · 18 Sep 2021 22:30 WIB ·

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan


 Masyarakat sedang menanami jalan Tingang Induk dengan pohon pisang dan singkong. (FOTO: Dokumen Warga).
Perbesar

Masyarakat sedang menanami jalan Tingang Induk dengan pohon pisang dan singkong. (FOTO: Dokumen Warga).

PALANGKA RAYA-Protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga jalan Tingang, Kota Palangka Raya tanami pohon pisang dan singkong di tengah jalan, Sabtu, (18/9).

Aksi warga yang dilakukan secara bersama-sama itu merupakan bentuk protes kepada pemerintah yang dinilai tak memperhatikan kondisi jalan tersebut.

“Masyarakat lingkungan merasa kesal sudah beberapa tahun ini tidak diperhatikan pemerintah, padahal ini jalan utama kecamatan yang menghubungkan dengan lintas,” ujar Ardianson yang adalah tokoh masyarakat setempat.

Ardianson menerangkan bahwa kondisi jalan yang ditanami pisang dan singkong tersebut sudah lama rusak parah. Panjangnya sekitar 1,5 km. Jika hujan pasti lumpur. Jika panas pasti debu.

“Sering sekali kecelakaan dan jatuh. Kalau musim kemarau debunya sangat banyak,” sebut Ardianson.

Sementara itu, Khlodin Efendi selaku ketua RT setempat menerangkan bahwa pihaknya sudah membuat proposal terkait kondisi jalan rusak tersebut, tetapi tak responsif dari dinas terkait.

“Kita sudah mencoba mengirimkan proposal usulan perbaikan jalan namun tidak ada tanggapan dari dinas terkait,” ungkapnya

Aksi penanaman pohon pisang dan singkon tersebut diduga karena warga merasa jenuh. Setiap tahun pasti dilakukan perbaikan secara swadaya dan apa adanya. Namun kerusakan terus terjadi.

“Kemarin ibu dan anak-anak jatuh, mengakibatkan luka dan patah tulang. Masyarakat geram dan akhirnya menanam pohon pisang,” tuturnya.

Sebagai ketua RT ia juga mengimbau kendaraan dengan muatan besar agar tidak melintas di jalan tingang induk. Apalagi kendaraan muatan dengan enam roda atau lebih yang sering melintas.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ben Brahim Raih Top Score di Pertandingan Mini Soccer Kapuas

4 April 2022 - 19:40 WIB

Jemput Bola, Koramil 03/GP Kodim 0503/JB Akan Gelar Gebyar Vaksinasi

8 Maret 2022 - 20:09 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPRD Barsel Serap Aspirasi Masyarakat di Desa Bundar

2 Maret 2022 - 11:28 WIB

Komunitas Itiak Pulang Sanjo Salurkan Bantuan pada Korban Gempa Bumi Pasaman Timur Sumbar

1 Maret 2022 - 19:45 WIB

Perpanjangan Jabatan Presiden ataupun Penundaan Pemilu 2024 adalah Pelecehan Konstitusi

25 Februari 2022 - 17:16 WIB

Ratusan Pelajar di Kuala Kapuas Ikuti Kampaye dan Pendidikan Konservasi Orangutan

4 Februari 2022 - 19:16 WIB

Trending di Kabar Daerah