Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Kalimantan Tengah · 21 Mar 2024 10:17 WIB ·

Isu ASN di Barsel Diduga Indisipliner dan Dilaporkan Wartawan ke Pj Bupati, Ketua IWO Kalteng: Tugas Wartawan Bukan Itu


 Isu ASN di Barsel Diduga Indisipliner dan Dilaporkan Wartawan ke Pj Bupati, Ketua IWO Kalteng: Tugas Wartawan Bukan Itu Perbesar

BARITOINFO,BARSEL-Isu adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Barito Selatan yang tidak disiplin dan dilaporkan oleh wartawan kepada Pj Bupati Barsel, Deddy Winarwan mendapat sorotan serius dari Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online ( PW IWO) Kalimantan Tengah, Deni Liwan.

Kepada media ini, jurnalis senior asal Barsel itu mengatakan tugas wartawan pada prinsipnya bukan lapor melapor seperti yang diisukan di Barsel, tetapi mencari data lalu mengolah dalam berbagai bentuk jurnalistik untuk disajikan kepada publik.

“Kalau lapor melapor bukan itu tugas wartawan. Tetapi mencari data, informasi lalu mengkonfirmasi kepada narasumber dan mengolah data itu dalam bentuk berita dengan prinsip jurnalistik itulah tugas wartawan,” ujar tokoh muda Barsel itu kepada media ini, Rabu 20 Maret 2024.

Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa individu wartawan atau jurnalis bertanggungjawab untuk menyusun dan menyampaikan berita kepada pembaca. Seorang yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis dapat mencakup berbagai bidang peliputan, termasuk politik, ekonomi, budaya, olahraga, dan lain sebagainya.

“Maka dari itu, tugas pokok dan fungsi wartawan atau jurnalis bukan sebagai seseorang yang harus melaporkan kepada Pj Bupati jika ada ASN diduga nggak ngantor di Bulan Suci Ramadhan atau lapor apa lah yang tidak berkenaan dengan urusan jurnalisme,” ucapnya.

Dijelaskan dia, tugas seorang wartawan itu diantaranya adalah mengumpulkan Informasi yang akurat dan relevan. Seorang yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis melakukan riset, wawancara, observasi, dan pencarian data untuk mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan dalam melaporkan suatu berita kepada publik.

Setelah mengumpulkan informasi tersebut dimaksud, seseorang yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis menulis berita dengan menggunakan gaya penulisan yang sesuai dengan standar jurnalisme.

Karena mengacu pada kebutuhan standar penulisan jurnalisme itu, wartawan atau jurnalis melalui perusahaan pers di tempat mereka bekerja melakukan pengeditan dan penyusunan informasi yang diperoleh, agar dapat disampaikan dengan jelas dan padat kepada pembaca (publik).

Data – data yang diperoleh dan disusun berdasarkan standar jurnalisme tersebut, melalui wawancara dengan narasumber. Mengapa harus wawancara kepada narasumber, semua itu bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan sudut pandang yang berbeda. Mereka bertanggung jawab untuk menyiapkan pertanyaan yang relevan, mendengarkan dengan seksama, dan mencatat atau merekam wawancara tersebut.

“Seorang yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis juga harus meliput peristiwa langsung di lapangan, seperti konferensi pers, demonstrasi, acara olahraga, atau kejadian penting lainnya. Mereka bertugas untuk mengumpulkan informasi secara waktu nyata, mengamati dan mencatat apa yang terjadi, serta melaporkannya kepada masyarakat melalui pemberitaan,” jelas Deni.

Untuk menunjung terkait perihal dimaksud tersebut di atas, seseorang yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis, memerlukan skill kemampuan komunikasi yang baik. Mereka harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan efektif baik dalam interaksi langsung maupun dalam presentasi di depan publik.

Selain kemampuan komunikasi, mereka juga harus menyampaikan informasi secara efektif melalui tulisan. Sehingga tulisan yang dihasilkan jelas, padat, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Tidak cuma itu saja lanjut dia, menjadi wartawan atau jurnalis perlu memiliki keterampilan riset yang kuat untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan lengkap. Mereka harus mampu mencari sumber yang relevan, menganalisis data, dan mengumpulkan fakta-fakta yang diperlukan untuk melaporkan suatu berita.

Melalui kemampuan wawancara dengan baik dengan cara mengajukan pertanyaan yang tepat, mendengarkan dengan seksama, dan membangun hubungan dengan narasumber agar mendapatkan informasi yang relevan dan menarik.

“Yang terpenting seorang jurnalis atau wartawan harus memahami bagaimana media bekerja dan bagaimana berita dihasilkan. Mereka harus menguasai format dan gaya penulisan berita, serta memiliki pemahaman tentang etika jurnalistik, hukum media, dan isu-isu kebebasan pers. Skill-skill ini merupakan beberapa di antara banyak keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang jurnalis. Penting untuk terus mengasah dan mengembangkan skill ini melalui latihan dan pengalaman di bidang jurnalisme,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kormi Barsel Pedana Gelar Lomba Festival olahraga Masyarakat 2023

6 November 2023 - 19:37 WIB

Penyerahan Trophy dan Tutup Acara Festival olahraga masyatakat 2023

6 November 2023 - 19:03 WIB

9 Bupati dan 1 Wali Kota di Kalteng Purna Tugas, Ini Nama 10 Pj Pengganti

24 September 2023 - 20:45 WIB

Ilustrasi.

Gubernur Kalteng Minta Beras Subsidi Jangan Ditimbun dan Main Harga

7 Februari 2023 - 05:56 WIB

Titi Wati, Perempuan Obesitas dengan Berat Badan Ratusan Kg Meninggal Dunia di Palangka Raya

30 Januari 2023 - 15:14 WIB

Gubernur Kalteng Soal Pengurangan Penggunaan Batu Bara: Ini Tantangan Kedepan untuk Kalteng

27 Januari 2023 - 12:07 WIB

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran. (FOTO: Dokumen Ist).
Trending di Kalimantan Tengah