Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Lifestyle · 23 Okt 2021 12:41 WIB ·

Harga Minyak Dunia Naik ke US$ 85,53 per Barel


 Harga Minyak Dunia Naik ke US$ 85,53 per Barel Perbesar

New York – Harga minyak berada tepat di bawah tertinggi multi-tahun pada akhir perdagangan Jumat (Santu pagi WIB), dengan sentimen bullish tentang rendahnya pasokan dihambat oleh kekhawatiran dari para pemimpin dunia bahwa gangguan permintaan dari pandemi COVID-19 mungkin belum berakhir.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 92 sen atau 1,1 persen, menjadi menetap di 85,53 dolar AS per barel. Kontrak acuan global yang menyentuh level tertinggi tiga tahun di 86,10 dolar AS pada Kamis (21/10/2021), menguat 1,0 persen dalam seminggu, kenaikan mingguan ketujuh.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember bertambah 1,26 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 83,76 dolar AS per barel, tidak jauh dari level tertinggi tujuh tahun yang dicapai minggu ini. Kontrak WTI melonjak 1,7 persen pada minggu ini dan naik untuk minggu kesembilan berturut-turut.

Harga telah didorong oleh kekhawatiran tentang kekurangan batu bara dan gas di China, India dan Eropa, mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke bahan bakar minyak dan solar.

Cuaca musim dingin di sebagian besar Amerika Serikat diperkirakan lebih hangat dari rata-rata, menurut perkiraan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).

Minyak mentah AS mendapat dukungan minggu ini karena investor mengamati stok minyak mentah yang rendah di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (20/10/2021) menunjukkan stok minyak mentah di Cushing turun menjadi 31,2 juta barel, level terendah sejak Oktober 2018.

“Permintaan bensin Amerika tampaknya mengalami periode luar biasa,” kata analis PVM dalam sebuah catatan, menunjuk pada permintaan yang tersirat tertinggi untuk sepanjang tahun ini sejak 2007 meskipun harga di SPBU tinggi.

“Pasokan masih sangat, sangat ketat, pasar hanya berhati-hati tentang kemungkinan peningkatan kasus COVID di Rusia, China, dan sekarang Jerman,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Harga mundur dari tertinggi intraday sebelumnya setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pandemi belum berakhir.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan lonjakan COVID-19 lain musim dingin ini.

“Fakta bahwa situasi pasokan masih ketat menentang penurunan harga lebih lanjut di pasar minyak. Kami memperkirakan bahwa Brent akan berharga 85 dolar AS per barel pada akhir tahun,” Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan Jumat (22/10/2021) dalam sebuah catatan.

 

ANTARA

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mardani Maming Lawan Kriminalisasi Via Pra Peradilan, KPK Tidak Siap dan Mangkir Sidang

12 Juli 2022 - 14:11 WIB

Dipimpin AHY, Elektabilitas Demokrat Naik Lagi Capai 11,6 Persen di Survei Kompas

21 Juni 2022 - 22:53 WIB

Takziah ke Rumah Ridwan Kamil, AHY Sampaikan Belasungkawa

9 Juni 2022 - 11:17 WIB

Diduga Lecehkan Institusi Polri, Alvin Liem akan Dilaporkan ke Mabes Polri

19 April 2022 - 21:48 WIB

Pererat Sinergi, Dandim 0503/Jakarta Barat Silaturahmi Dengan Insan Media

19 April 2022 - 21:20 WIB

Taklimat Akhir Pengawasan Internal Post Audit Itdam III/Siliwangi di Korem 064/MY

19 April 2022 - 21:18 WIB

Trending di Kabar Daerah