Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 8 Mar 2022 15:37 WIB ·

Diduga Terlibat Penambangan Ilegal dan Perambahan Hutan, Antam Dilaporkan ke KPK RI


 Diduga Terlibat Penambangan Ilegal dan Perambahan Hutan, Antam Dilaporkan ke KPK RI Perbesar

JAKARTA–Kinerja BUMN kembali menjadi perhatian, kali ini PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang menjadi sorotan lantaran adanya dugaan terlibat dalam penambangan ilegal dan perambahan hutan di Desa Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Oleh karenanya, Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan (FORKAM-HL) Sultra melaporkan tindakannya ke KPK karena dianggap telah merugikan keuangan negara triliyunan rupiah.

Agus Dermawan, Sekretaris FORKAM-HL selaku Pelapor menyampaikan, PT Antam melakukan kegiatan penambangan di Desa Mandiodo yang merupakan wilayah hutan produksi terbatas, tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan Rencana Kegiatan Anggaran Biaya (RKAB).

“Selain menambang secara ilegal dan merambah kawasan, hasil tambang tidak dijual dengan dokumen Antam, sehingga keuntungan penjualan tidak masuk ke kas negara, melainkan hanya jadi keuntungan oknum-oknum tertentu” Jelas Agus.

Ia melanjutkan, penambangan ilegal dan perambahan kawasan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, melainkan juga merusak lingkungan dan memunculkan konflik sosial di masyarakat. Salah satunya adalah sumber air untuk warga Desa Lamandowo yang sudah bercampur dengan lumpur. Padahal, selama 4 tahun terakhir, sumber air tersebut tidak pernah tercemar separah itu.

“Jika kegiatan penambangan ilegal itu tetap dibiarkan, mengingat sedikit lagi akan masuk musim hujan, kedepan bukan hanya warga Desa Lamandowo, melainkan sumber air untuk warga satu Kecamatan yang akan tercemar.” Tambah Agus.

Iqbal, Dewan Penasihat FORKAM-HL yang turut menjadi Pelapor juga menerangkan, aktivitas ilegal yang melibatkan PT Antam menyulut konflik sosial di tengah-tengah masyarakat. Hal itu lantaran PT Antam secara ofensif membongkar palang jalan tambang yang dibuat warga setempat agar kontraktornya tidak bisa lagi menambang secara ilegal.

“Baru-baru ini ada aksi saling dorong antar kontraktor tambang PT Antam dengan warga yang bertahan di jalan hauling agar alat berat tidak masuk. Jika dibiarkan, konflik ini pasti akan meluas”. Terang Iqbal.

FORKAM-HL yang berangkat langsung dari Konawe Utara, Sulawesi Tenggara ke Gedung Merah Putih berharap agar KPK RI mengusut tuntas perkara ini, mengingat kerugian negara yang timbul telah mencapai triliyunan rupiah.

“Seharusnya uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membangun daerah kami, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Tidak seperti sekarang ini hanya masuk ke kantong oknum tertentu. Rakyat Konawe Utara ingin menggugat!” Pungkas Iqbal.

FORKAM-HL menyatakan menaruh harapan yang sangat besar kepada KPK sebagai lembaga anti rasuah untuk menyelesaikan permasalahan mereka tersebut.

“Kami berharap KPK sebagai benteng terakhir penegakan hukum dapat sesegera mungkin untuk memproses laporan kami dan memastikan bahwa berani jujur itu hebat seperti selogan KPK itu sendiri” Tegas Iqbal.

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Seorang Polisi di Barito Utara Tewas Usai Seruduk Truck, Satunya Lagi Kritis

20 Agustus 2023 - 11:32 WIB

RT 12 Desa Tabak Kanilan Minta PT Palopo Indah Raya Beri Perhatian Khusus

8 Agustus 2023 - 19:16 WIB

Soal CSR ke RT 12 Desa Tabak Kanilan, PT Palopo Indah Raya Sebut Sudah Sesuai Mekanisme yang Berlaku

5 Agustus 2023 - 22:01 WIB

Pihak eksternal PT Palopo Indah Raya saat diwawancarai awak media ini beberapa hari lalu.

Pengedar Uang Palsu di Buntok Ditangkap Polisi

14 Mei 2023 - 20:31 WIB

Mafia BBM Subsidi,2 Pelaku Ditangkap Polisi di Katingan

14 Mei 2023 - 20:08 WIB

Tipu-tipu Modus Top Up di Palangka Raya, Pria Asal Medan Tak Berkutik Ditangan Polisi

2 Mei 2023 - 12:32 WIB

Trending di Hukum-Kriminal