Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Barito Selatan · 13 Jan 2023 09:27 WIB ·

Awal Tahun 2023, DPRD Barsel Tuntaskan Pembahasan 2 Ranperda


 Ketua Bamperda DPRD Barito Selatan, H Raden Sudarto. Perbesar

Ketua Bamperda DPRD Barito Selatan, H Raden Sudarto.

BUNTOK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menuntaskan pembahasan dua rancangan peraturan daerah dalam rapat gabungan komisi, Kamis 12 Januari 2023.

Adapun dua ranperda yang dibahas tersebut yakni ranperda terkait perusahaan umum daerah air minum Tirta Barito dan ranperda terkait tuntunan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi keuangan dan barang daerah.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Barito Selatan, H Raden Sudarto mengatakan pihaknya sudah selesai membahas dua ranperda terkait dengan gabungan komisi dan juga sejumlah pihak terkait.

“Dua ranperda yang kita bahas hari ini sebetulnya sudah selesai. Nanti kita tindaklanjuti lagi dengan rapat gabungan hingga rapat paripurna,” ujar Sudarto saat dijumpai sejumlah awak media.

Lebih spesifik politisi PDIP itu menerangkan bahwa terkait ranperda Perumda Tirta Barito, pihaknya juga akan meminta pemkab terlebihdahulu berkonsultasi kepada DPRD Barsel saat diterbitkan perbub.

“Saran kami ialah nanti kalau perdanya selesai, perbubnya dikonsultasikan ke kami, karena ini terkair dengan aspirasi masyarakat dan juga menjadi kesimulan dalam rapat,” ujarnya.

Sedangkan terkait ranperda tata cara tuntunan perbendaharaan dan ganti rugi asset daerah, Sudarto mengatakan pihaknya perlu melakukan pendalaman dan kajian. Hal ini karena adanya aturan dalam ranperda tersebut yang memuat tentang hukuman badan menghapus kerugian negara.

“Akan tetapi temuan masih melekat di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), ini yang perlu kita lakukan pendalaman lagi,” ujarnya.

“Dari inspektorat sampaikan bahwa temuan di daerah kit aini mencapai 27 miliar rupiah, tetapi orangnya sudah meninggal dunia dan lain sebagainya. Ini yang harus kita dalami dan kaji lagi,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

DPRD Barsel Dukung Pemkab Wujudkan Ketahanan Pangan

19 Juli 2024 - 21:40 WIB

Pj Bupati Barsel Ikut Panen Jagung di Kebun yang Dikelolah Tim Penggerak PKK

19 Juli 2024 - 21:37 WIB

DPRD Barsel Apresiasi Gerakan Transisi PAUD ke SD Menyenangkan

19 Juli 2024 - 19:51 WIB

Pemkab Barsel Buka Sosialisasi Gerakan Transisi PAUD ke TK Menyenangkan

19 Juli 2024 - 19:48 WIB

DPRD Barsel Minta Pemkab Prioritaskan Infrastruktur Penerangan

19 Juli 2024 - 19:37 WIB

Soal Pj Bupati Terima Penghargaan dari PWI, DPRD Barsel Minta Kerja Sama dengan Pers Itu Penting

19 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di Barito Selatan