Menu

Mode Gelap
DPRD Barsel Sepakat Kepengurusan Dana Hibah Dikelola pada Dinas Bappeda Ketua Komisi I DPRD Barsel Harapkan Dukcapil Lebih Efektif pada Pemilu Tahun 2023 Mendatang Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

Hukum-Kriminal · 27 Des 2021 20:44 WIB ·

5 Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Kampar Wilayah Desa Batu Belah Akhirnya Ditemukan


 5 Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Kampar Wilayah Desa Batu Belah Akhirnya Ditemukan Perbesar

KAMPAR – Bocah laki-laki yang hanyut terseret arus Sungai Kampar di wilayah Desa Batu Belah Kecamatan Kampar pada Selasa sore (21/12/2021), akhirnya ditemukan setelah lima hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan dibantu warga masyarakat.

Korban bernama Teuku Fahza Alfahrizi (10) warga Desa Batu Belah ini, ditemukan jasadnya pada Minggu sore (26/12/2021), dekat jembatan gantung Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio jaya, sekitar 8 KM kearah hilir dari lokasi awal saat tenggelam.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi sdr. Nomek, pada Minggu (26/12/2021) sekira pukul 16.00 wib. Saat itu Nomek hendak memancing ikan dibawah jembatan gantung Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio Jaya.

Tiba-tiba saksi ini melihat ada jasad seorang laki-laki mengenakan celana panjang tanpa baju, mengapung dan tersangkut di semak-semak pinggiran sungai, yang diduga sebagai korban yang hanyut lima hari sebelumnya di Desa Batu Belah.

Mendapat informasi tentang penemuan mayat yang diduga sebagai korban hanyut dari Desa Batu Belah, selanjutnya personel Polsek Kampar bersama warga masyarakat dibantu petugas Dinas Sosial dan Tagana Kampar melakukan evakuasi terhadap jasad korban dan membawanya ke RSUD Bangkinang.

Sekira pukul 16.30 wib, jasad korban sampai di kamar pemulasaran jenazah RSUD Bangkinang, dimana pihak keluarga juga ikut mendampingi saat akan dilakukan visum terhadap korban.

Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, karena meyakini bahwa korban meninggal dunia murni karena tenggelam saat berenang di Sungai.

Selanjutnya atas permintaan pihak keluarga, Tim medis RSUD Bangkinang memandikan jasad korban guna memudahkan pihak keluarga dalam menyelenggarakan jenazah korban karena kondisi mayat yang sudah membusuk.

Sekira pukul 17.15, jasad korban telah diantar kerumah duka di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, untuk dikebumikan dipemakaman umum Desa Batu Belah pada sore itu juga.

Berdasarkan keterangan pihak Polsek Kampar, bahwa korban (Alm) Teuku Fahza Alfahrizi (10), pada Selasa sore (21/12/2021) sekira pukul 16.30 wib, bersama temannya Adilla Adha (15) mandi dialiran Sungai Kampar wilayah Desa Batu Belah Kecamatan Kampar.

Pada saat berenang, korban terseret arus sungai Kampar dan berusaha ditolong oleh temannya Aat, namun gagal diselamatkan sehingga korban akhirmya tenggelam dan terbawa arus sungai. Kemudian teman korban sdr. Aat memberitahukan kejadian tersebut kepada warga.

Mendapat informasi adanya korban tenggelam di aliran sungai Kampar wilayah Desa Batu Belah, pihak Polsek Kampar dipimpin langsung Kapolsek AKP Marupa Sibarani MH bersama personil Samapta Polres Kampar dibantu warga Desa Batu Belah, Tagana Kampar dan BPBD Kampar serta pihak terkait lainnya, berusaha melakukan pencarian terhadap korban hingga tengah malam namun belum ditemukan.

Keesokan harinya pencarian kembali dilanjutkan oleh Tim Gabungan bersama warga masyarakat, korban akhirnya ditemukan pada Minggu sore (26/12/2021) di wilayah Desa Pulau Payung sekitar 8 KM dari posisi awalnya saat tenggelam.

Kapolsek Kampar AKP Marupa Sibarani MH saat dikonfirmasi membenarkan telah ditemukannya korban hanyut di Sungai Kampar atas nama Teuku Fahza Alfahrizi. Disampaikan Kapolsek bahwa jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan.

Pada kesempatan ini Kapolsek Kampar ini juga menghimbau warga masyarakat, agar meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya saat beraktivitas disekitar sungai.

Sebaiknya pada saat musim penghujan ini anak-anak tidak mandi di Sungai, karena arus sungai lebih deras dari pada biasanya. Hal ini untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali, ujarnya.

(Khairunan Domo)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mardani Maming Lawan Kriminalisasi Via Pra Peradilan, KPK Tidak Siap dan Mangkir Sidang

12 Juli 2022 - 14:11 WIB

Ingkar Janji, Pemkab HSU Berbalik Arah Tolak Eksekusi Putusan MA Pasar Alabio

23 Juni 2022 - 11:53 WIB

Dipimpin AHY, Elektabilitas Demokrat Naik Lagi Capai 11,6 Persen di Survei Kompas

21 Juni 2022 - 22:53 WIB

MENGADU KE PBNU: KOALISI MASYARAKAT KALSEL MEMBANGUN IKHTIAR MELAWAN MAFIA

15 Juni 2022 - 23:17 WIB

Jual BBM ke Wadah Jerigen, SPBU PT. Talenta Barito Jaya Disegel Pertamina

13 Juni 2022 - 14:04 WIB

Orang Ganguan Mental Diamankan Pol PP dan Damkar Kapuas

13 Juni 2022 - 09:10 WIB

Trending di Hukum-Kriminal